Membangun kekhusyuan dalam shalat

Membangun kekhusyuan dalam shalat, ternyata harus dimulai dari sebelum shalat itu sendiri. Ali bin Abi Thalib mulai menciptakan suasana khusyuk, ketika tangannya menyentuh air wudhu.

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Al – Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya karunia pertama yang dicabut Allah dari para hambaNya adalah kekhusyukan mendirikan shalat’

Dari sudut bahasa, khusyuk bisa diartikan sebagai kelembutan hati. Ketenangan jiwa akan melahirkan kepasrahan tinggi pada Allah.

Tak akan hadir kekhusyukan tanpa usaha menghadirkan Allah dalam sholatnya. ‘Orang -orang yang khusyuk, yaitu mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya’ QS. Albaqarah : 46

 

Sumber : Living Islam karya Herry Nurdi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s